Pendewasaan...
banyak orang bilang bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa di ukur hanya dengan batasan usia. Siapa yang setuju ?. Bagi gue, proses pendewasaan seseorang memang salah satunya dilihat sejauh mana orang itu sudah mengarungi asam garam hidupnya dan disitulah usia memainkan peran. Jadi, kalau gue saat ini mulai ngebahas tentang pendewasaan seseorang, apakah dapat diartikan kalau gue memang sudah dewasa dan level kedewasaan gue meningkat ? Bisa iya. Bisa engga. Kalau kita bicara soal kehidupan, hidup dengan usia seumuran gue bukan lagi hidup yang sederhana seperti ketika kita pengen makan mie goreng terus minta masakin mama dirumah dan tiba-tiba mie goreng lu udah jadi plus telor ceploknya yang padahal gak lu minta. Hidup di usia dewasa muda enggak sengampang itu. Yang sesungguhnya terjadi adalah, ketika lo minta dimasakin mie goreng, sekarang lo harus punya uangnya untuk beli diwarung - lo harus pergi cari warungnya - even kalo lo mau minta dimasakin lo harus cari siapa yang bisa dimintain tolong - setelah mie lo jadi lo gabisa berharap ada telor ceplok karena yang lo punya cuma mie goreng tok!. Sampe situ paham gak ? Yaaa, analogi mie goreng seketika terbersit aja karena sekarang kebetulan gue lagi laper. Begitulah hidup, kalau dilihat dari analogi mie goreng pertama, itu terjadi ketika gue masih hidup satu rumah dengan keluarga. Lain hal nya di analogi mie goreng kedua yang memaksa gue untuk menjadi mandiri karena gue tinggal sendiri. Proses kehidupan gue selama kesendirian di kota orang memang gak gampang dan gak susah. Gak gampang karena gue harus memutuskan apa yang baik dan gak baik itu seorang diri, dan gak susah karena ketika gue "mom-sick" (bukan home-sick) menempuh jakarta-karawang itu engga sejauh jakarta - jayapura. Nah, dibalik kehidupan gue yang up and down selama hampir 5 tahun di jakarta, disitu gue merasa bahwa yang membuat hidup gue semakin matang dan yang membuat level kedewasaan gue naik adalah diri gue sendiri. Kenapa? karena faktor apapun yang gue hadapain selama ini ujung-ujungnya pasti menyangkut keputusan atau pilihan yang gue pilih. Apakah itu tentang berteman, bersahabat, keuangan, percintaan, dan lainnya. Di titik ini, gue merasa gue harus do something yang membuat gue lebih menghargai diri gue sebagai pribadi yang cukup bekerja keras. Artinya, ketika gue ingin makan mie goreng, gue harus tau apakah mie goreng ini baik buat diri gue atau engga. Atau malah mie goreng ini lebih baik gue makan hari ini atau besok besok ? Dan bisa jadi mie goreng ini akan gue ganti ke menu makanan lain yang siapa tau lebih baik dan lebih sehat. Dewasa menurut seorang caca adalah ketika lo tau apa yang terbaik bukan hanya buat diri lo melainkan juga buat semua yang disekitar lo, dewasa bukan hanya ketika lo bisa menilai hal diluar diri lo dengan sangat detail, tapi juga lo bisa merenungkan apa yang kurang dan apa yang belum baik, dan apa yang salah dari diri lo. Menurut gue, gak bisa dipungkiri kalau sebuah proses pendewasaan diri juga berasal dari kejadian masa lalu. Entah masa lalu itu baik atau buruk, efek yang akan didapat adalah cara kita menyikap dan berproses menjadi lebih baik. Bicara tentang masa lalu, ketika lo bisa menerima masa lalu sebagai sebuah batu loncatan hidup, bisa jadi proses pendewasaan diri lo sedang berlangsung. Gak ada yang salah ketika lo harus berkali-kali flashback tentang kehidupan lo kemarin. Gak ada yang salah ketika sesekali lo rindu. gak ada yang salah jika memang takdir telah bicara. Yang salah adalah ketika lo gak confidence sama diri lo sendiri dalam keputusan masa depan lo. Jadi dewasa gak harus pinter ngomong dan nyeramahin orang, jadi dewasa gak harus tua dulu, jadi dewasa gak harus menderita dulu, jadi dewasa cuma perlu kebijaksanaan, kesabaran, dan keikhlasan.
Jadi...
Setelah baca ini, siapa yang mau makan mie goreng ? :D
Komentar
Posting Komentar