You

Di suatu hari, aku pernah terperangah oleh seseorang yang membuat kedua kakiku lemas, dan aku terisak-isak. Sampai detik ini aku tak pernah berniat untuk melupakan bagaimana rasanya mulai mencintai dan dibalas untuk tersakiti.

Di kemudian harinya, aku pernah memilih untuk diam dan menanti perasaan itu datang kembali, dengan siapapun itu. Namun aku salah memahami, dan aku pernah menjadi terlalu murah untuk dipermainkan oleh rasa.

Kesekian harinya, akupun merasa terlalu lelah untuk menbuka diri. Hingga tanpa kusadari, aku hanya harus memilih, kembali memafkan dia yang berkali kali mematahkan hatiku atau mencoba menerima dia yang hatinya sudah pernah kupatahkan berulang kali. 

kemarin, aku mencoba berdamai dengan diriku. ku bertanya, sesungguhnya apa yang ingin kudapatkan dari memiliki seseorang? Aku mencoba berdamai dengan hatiku bahwa dengan kodrat sebagai seorang wanita, ada baiknya dicintai terlebih dahulu sebelum kita mencintai. dan bodohnya aku, ku telah melewati banyak hal dan melewatkannya begitu saja dulu. 

Hari ini, berkali-kali aku merasa bahwa ketika manusia berencana dan memilih, tetap tuhan yang menentukan hasil dari usaha yang kita lakukan. Aku bersyukur telah melewati proses panjang untuk menyadari perasaan ini. Katakanlah aku mengganggap diriku sendiri beruntung karena semua terjadi dan terasa begitu sederhana juga alami.

terimakasih, 
so lucky to have you,
RS

Komentar

Postingan Populer