Chapter IV – Ketika Mereka Bilang, Aku tidak Baik.
Aku memiliki kebiasaan, dimana
aku tidak bisa mengetahui jika ada orang yang tidak menyukaiku (re : benci), apapun itu alasannya. Aku
menjadi gelisah. Aku menjadi panik. Dan aku berpikir keras, apa salahku.
Aku tak tahu apakah terlihat
baik dimata orang dan di cap selalu baik dimata orang adalah obsesi atau bukan.
Yang pasti aku sangat tidak nyaman ketika aku tahu aku pernah menyakiti
seseorang.
Aku sudah tahu sejak lama jika
memang ada beberapa orang yang kerap memerhatikan aku dan kamu sejak dulu. Tak
lain tak bukan ya pasti teman – teman mu, juga temanku.
Lalu apa yang mereka tahu ?
Sejauh apa mereka tahu ?
Aku pastikan mungkin mereka
pernah kesal padaku, entah temanmu atau temanku. Kesal dengan sikapku yang
selalu memperlakukan mu sesuka hatiku, kisah di chapter II – hilang timbul
mungkin adalah penyebabnya. Ketika aku terlalu sering berlari saat kamu menghampiri.
Aku tahu, temanmu pasti
berpihak kepadamu. Karena kamu temannya.
Dan aku tahu, mereka pernah
berkali-kali tak suka padaku. Ya karena aku wanita, maka dari itu aku berpikir
demikian.
Tapi prasangka ku tak seburuk
itu, aku tahu ketika aku akan menjadi bahan pembicaraan kalian, entah itu dalam
satu group atau satu personal chat ke personal chat lain atau bahan curhatanmu.
Aku pikir itu wajar, siapa yang tidak kesal jika teman mereka dipermainkan oleh
wanita seperti aku, yang tidak jelas ingin kearah mana hubungannya.
Kebetulan teman mu itu adalah
para seniorku.
Mereka kakak kelas yang sangat
berjasa di kehidupan kampusku, dibalik sifat mereka secara personal, aku merasa
bersyukur karena banyak hal yang aku dapat dari mereka. Dan itu yang membuatku
tak pernah berprasangka buruk. Sama sekali tidak. Karena kupikir, hubungan ku
denganmu, ya hanya ada aku dan kamu, bukan mereka. Hak mereka adalah memberikan
komentar, bukan menghakimi.
Sejauh ini, aku sangat
menghargai mereka tanpa pernah berfikiran buruk sekalipun.
Namun semua terjadi,
Di hari itu, aku menyadari
bahwa ada yang janggal dari mereka terhadapku. Katakanlah dendam tersembunyi
atas masa lalu yang melibatkan aku, salah satu temanmu, dan seseorang. Hingga
pada akhirnya, aku mengetahui bahwa kebencian salah satu temanmu membuat semua
nya menganggapku jahat.
Mereka bilang aku mulai datang
dan menerimamu karena apa yang kamu punya saat ini, kendaraan itu. Apakah semua
memang bermula dari material ? Apakah semua dapat dinilai dari sebuah harta
benda ? Semurah itukan aku ? Oke baiklah. Terserah padamu, Aku tak butuh
pembelaan setelah tehu semua isi percakapan itu, tapi aku hanya ingin kamu tahu
apa yang aku rasakan. Se sakit itu hingga leherku terasa panas menahan air mata,
ya seperti itu.
Dilain hal, semua
kesalahpahaman antara aku dan salah satu temanmu bersama masa lalu kami , aku
sangat berharap kamu mengerti. Entah itu salah ku atau siapapun, jauh dilubuk
hatiku, aku tak pernah berniat menyakiti siapapun. Aku tak peduli mereka akan
mengerti atau tidak, tapi aku peduli jika itu menyangkut kamu.
Mereka juga bilang, apakah aku
pantas disebut wanita yang baik atas segala kejadian di masa lalu itu.
Tangisanku pecah sepersekian detik ketika aku tahu pada kenyataannya mereka
sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.
Oke. Aku paham aku memang
menjadi bagian yang patut untuk disalahkan atas masa lalu itu. Tapi untukmu,
apakah aku masih patut disalahkan ketika aku bersamamu ? apakah aku se – tidak pantas
– itu ?
Tahu apa mereka tentang
perempuan atau wanita baik baik ?
Aku secara perlahan mulai
menciptakan perasaan ketidaksukaanku pada mereka, aku seketika lelah menjadi
sosok yang baik demi menghargai mereka. Apakah aku perlu mengungkit apa saja
kelakuan mereka selama hidup sampai harus menentukan kadar baiknya orang lain ?
Siapa sesungguhnya mereka itu ? siapa ? Pada akhirnya aku tidak ingin
berpura-pura baik hanya untuk mengesankan orang, karena bukan mereka yang
memberikan aku hidup atau kebahagiaan.
Setelah semua kejadian itu.
Aku penasaran, apa yang
sesungguhnya kamu rasakan ? Kamu selalu diam.
Aku tahu, perdebatan bukanlah
bagian dari dirimu, apalagi untuk hal yang tidak berfaedah ini.
Bagi mereka aku tak baik. Tapi
aku tidak berlaku baik hanya untuk mengesankan mereka bukan ? Aku baik karena
pada dasarnya semua orang adalah baik. Begitupun kamu, yang aku yakin kamu
sangat tahu bagaimana aku..
Tapi aku sungguh berterima
kasih padamu,
Apapun aku, kamu tetap memilih
untuk ada dan mempercayaiku, bahkan kembali padaku untuk kesekian kalinya. Aku
tak tahu apakah ada setetes penyesalan atas semua hal yang terjadi dihidupmu
terkait aku. Kuharap tidak. Karena kamu tau ? Bagiku, penyesalan dalam hidupku
terkait kamu adalah ketika aku melewatkanmu.
Terimakasih karena telah tetap
menganggapku baik selama ini dan (mungkin)
juga baik Demi masa depanmu.
Komentar
Posting Komentar